Ibu Hamil Sebaiknya Konsumsi Folat untuk Hindari Bayi Cacat

Senin, 2 Februari 2009 13:28:08 - oleh : admin

Ibu hamil membutuhkan konsumsi asupan makanan yang bergizi baik, salah satunya adalah folat, demi mendukung perkembangan kesehatannya sendiri. Asupan bergizi selama kehamilan juga diperlukan untuk mengoptimalkan perkembangan janin dan mengurangi risiko terjadinya cacat lahir, terutama cacat pada otak dan tabung syaraf, dan anemia megaloblastik.

Menurut dokter spesialis kandungan dari Rumah sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto dr Judi Januadi Endjun, Jumat (30/1), di Jakarta, ibu hamil membutuhkan banyak nutrisi untuk menjaga kesehatannya maupun perkembangan janinnya yaitu folat untuk mengurangi anemia megaloblastik dan berbagai cacat lahir terutama cacat pada otak dan tabung syaraf atau NTD, dan mengurangi risiko terjadinya eklamsia. Nutrisi lain yang dibutuhkan ibu hamil untuk kesehatannya adalah, kalsium, zat besi, B6, vitamin D, dan B12.

Sementara itu, nutrisi yang dibutuhkan bayi atau janin adalah folat untuk menurunkan risiko terjadinya NTD pada janin. Selain folat, ada banyak kandungan nutrisi yang diperlukan saat perkembangan otak janin, di antaranya DHA, zat besi, Omega 3 dan 6, Kolin serta Gangliosida. Nutrisi untuk perkembangan otak janin penting saat kehamilan, karena perkembangan otak bayi mengalami percepatan saat trimester ketiga hingga usia 30 bulan.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition edisi 2007 menguji kadar folat sel darah merah pada lebih dari 700 perempuan Asia berusia 18-40 tahun di Jakarta, Beijing dan Kuala Lumpur, yang kemudian dianalisis untuk memperoleh prediksi tingkat Neural Tube Defects atau NTD di kota-kota itu.

Di Jakarta 3 dari 5 atau 60 persen perempuan usia subur dalam penelitian itu punya kadar folat sel darah merah kurang dari ideal. Berdasarkan nilai rata-rata folat, prediksi tingkat NTD sebesar 15 dari 10.000 kelahiran. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan angka di negara-negara maju seperti Amerika Utara yang memiliki tingkat NTD hanya 5 dari 10.000 kelahiran. Risiko NTD dapat dikurangi hingga 80 persen bila ibu mengonsumsi folat sebelum dan sesudah kehamilan, terutama pada trimester pertama.

Selain itu, folat diketahui dapat menurunkan kadar homosisten dalam darah. Kadar homocysteine yang tinggi dikaitkan dengan komplikasi selama kehamilan seperti preeklamsia, kelahiran prematur dan lahir mati. Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, adanya protein dalam urine, serta edema atau pembengkakan setelah kehamilan berusia 20 minggu.

Ahli nutrisi dari Fonterra Brands Indonesia Ines Gulardi mengatakan, konsumsi dua gelas susu yang telah difortifikasi asam folat setiap hari selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan kadar folat sel darah merah dan folat plasma sehingga dapat mengurangi risiko bayi mengalami NTD dan dapat menurunkan kadar homocysteine .

source : http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/30/21103347/hindari.bayi.cacat.ibu.hamil.sebaiknya.konsumsi.folat

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Ibu dan Anak" Lainnya